Mantingan, Ngawi – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat eksistensi sekolah Muhammadiyah, sebanyak 80 peserta yang terdiri atas Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), guru, serta tenaga kependidikan dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMK mengikuti kegiatan Upgrading yang diselenggarakan di STIT Muhammadiyah Tempurejo Mantingan pada Ahad, 28 Dzulhijah 1447 H/ 14 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Majelis Tabligh, Majelis Dikdasmen dan PNF, serta Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mantingan. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk memperkuat kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun semangat baru dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi bertajuk “Melejitkan Sekolah Hampir Punah Menjadi Sekolah Murid Berlimpah” yang disampaikan oleh Ustadz Amir dari PDM Sragen. Dalam pemaparannya, beliau mengulas berbagai langkah strategis yang dapat diterapkan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menarik minat calon peserta didik
Beliau menekankan pentingnya setiap sekolah memiliki identitas dan keunggulan yang jelas sebagai pembeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Selain itu, keterlibatan aktif wali murid sebagai mitra sekolah serta optimalisasi publikasi berbagai kegiatan dan prestasi sekolah menjadi faktor penting dalam membangun citra positif di tengah masyarakat.
Menurut beliau, banyak sekolah memiliki kualitas yang baik, namun belum mampu memperkenalkan keunggulan tersebut secara luas sehingga belum mendapatkan perhatian yang optimal dari masyarakat.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Puji dari PDM Sragen dengan tema “Spiritual Building.” Pada sesi ini, peserta diajak untuk kembali memperkuat fondasi spiritual sebagai pendidik. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan manajerial dan akademik, tetapi juga oleh kekuatan ruhiyah yang dimiliki oleh para guru.
Berbagai amalan sederhana namun berdampak besar, seperti menjaga shalat Dhuha, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, serta meluruskan niat dalam menjalankan tugas pendidikan, menjadi pesan utama yang disampaikan. Guru diharapkan mampu menjadikan profesinya sebagai sarana ibadah sekaligus media dakwah untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada peserta didik.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh antusiasme. Pada sesi diskusi dan tanya jawab, peserta aktif menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di sekolah masing-masing, mulai dari strategi penerimaan peserta didik baru, pengembangan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan hubungan antara sekolah dan wali murid.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, setiap sekolah didorong untuk merumuskan program unggulan yang dapat segera diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Dengan demikian, hasil upgrading tidak berhenti pada tataran teori, tetapi mampu diwujudkan dalam langkah-langkah nyata yang memberikan dampak positif bagi perkembangan sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh semangat baru di kalangan pendidik Muhammadiyah untuk terus berinovasi, memperkuat karakter, serta menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas. Dengan strategi yang tepat dan spiritualitas yang kuat, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Mantingan diharapkan semakin berkembang, dipercaya masyarakat, dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak, serta berkemajuan. Anik/2026