Mudir Pesantren Ulil Albab 2 Ngawi Ikuti Rapat Koordinasi Pengembangan OPOP Jawa Timur di Surabaya
SURABAYA - Mudir Pesantren Ulil Albab 2 Ngawi, Ustadz Sumarno, turut serta dalam Rapat Koordinasi Pengembangan One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Jawa Timur. Acara penting ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 15 hingga 16 April 2025, bertempat di Hotel Harris Gubeng, Surabaya.
Hadir dalam Rapat koordinasi program OPOP Jawa Timur ini Kepala Dinas Koperasi Jawa Timur beserta Jajaran, Sekjen Pengurus Harian OPOP, Para Narasumber yang menjadi Pemateri antara lain; Kepala Bank Indonesia, Kepala Bapenda Jawa Timur, Kepala Bank Jatim Syariah, Kasi PD. Pontren Kemenag Jawa Timur dan 150 Pimpinan Pondok Pesantren Jawa Timur yang terpilih dalam program ini.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mematangkan strategi pengembangan program OPOP yang menjadi salah satu fokus pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memberdayakan ekonomi pesantren. Diharapkan melalui program ini, setiap pesantren di Jawa Timur dapat mengembangkan produk unggulan yang memiliki daya saing di pasar.
Kehadiran Ustadz Sumarno dalam rapat ini menunjukkan komitmen Pesantren Ulil Albab 2 Ngawi untuk aktif dalam program OPOP dan berupaya mengembangkan potensi ekonomi pesantren. Diharapkan, partisipasi ini akan membawa wawasan dan jaringan baru yang dapat diimplementasikan di pesantren yang dipimpinnya.
Dalam keterangannya Tadz Marno panggilan akrabnya, merasa senang dan bangga karena Pesantren Ulil Albab 2 Ngawi bisa terpilih menjadi peserta program ini sehingga banyak menambah inspirasi baru dan jaringan dalam pengelolaan ekonomi pesantren. Turut hadir dalam rapat ini adalah Ustadz Khoyrul Musthofa selaku Wakil Mudir Pesantren yang membidangi Ekonomi dan Pengembangan Sarana Prasarana Pesantren. Dia juga merasa bangga dan gembira bisa mengikuti kegiatan ini, sehingga menambah wawasan baru dalam pengelolaan Ekonomi Pesantren.
Beberapa agenda utama dalam rapat koordinasi ini meliputi pembahasan mengenai identifikasi potensi produk pesantren, strategi pemasaran dan penjualan, akses permodalan, serta pentingnya sinergi antar pesantren dan dengan pihak-pihak terkait. Diharapkan, hasil dari rapat ini akan menghasilkan langkah-langkah konkret untuk memajukan program OPOP di seluruh Jawa Timur.
Program OPOP sendiri merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren, dan alumni. Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan program OPOP di Jawa Timur dapat berjalan semakin efektif dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah. (Gus)